Rabu, 14 November 2018

author photo



SIARANPUBLIK.ID,  PASURUAN

Sebanyak 80 nelayan di enam kelurahan Kota Pasuruan, patut bersyukur.  Yakni, Kelurahann Gadingrejo, Tambaan, Panggungrejo, Tapaan, Mandaran dan Kelurahan Kepel. Para nelayan ini mendapat bantuan satu paket mesin kapal motor, beserta konverter kit, dua tabung gas LPG tiga kilo plus isi dan satu set as panjang plus baling-baling  dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penyerahan bantuan diberikan secara simbolis oleh Suparno wakil dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementrian ESDM, didampingi Sekda Kota Pasuruan, Bahrul Ulum dan Plt. Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Edi Yana di eks kantor Kecamatan Panggungrejo, Rabu (14/11/2018).

Tujuan pemberian bantuan ini, sebagai penyediaan energi murah dan ramah lingkungan bagi nelayan kecil yang nantinya dapat memberikan keuntungan dari efisiensi energi hingga 30%, sebagai upaya ketahanan pangan nasional sesuai dengan amanat UU No 125 tahun 2015.

Suparno saat penyerahan bantuan berpesan kepada para nelayan agar memanfaatkan dengan sebaik-baiknya bantuan tersebut. "Gunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan saudara (nelayan) dan saya minta bantuan ini jangan sampai dijual, " pesannya.

Suparno memaparkan, konvensi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas memiliki banyak kelebihan. Dari harganya, gas lebih murah hingga 30% dibanding minyak dan ini juga sebuah keuntungan yang bisa diraih nelayan. Terhadap lingkungan laut, gas tidak akan tumpah kelaut sehingga tidak merusak biota laut. Pemakaian gas lebih irit.

Sebagai bandingan, jika nelayan melaut selama 10 jam, konsumsi bensin sebanyak 21 liter, harga per liter Rp 6.450,- total uang yang harus dikeluarkan sebesar Rp 135.450,-. Sedangkan memakai gas LPG selama10 jam, hanya menkonsumsi 3 tabung melon dengan harga Rp 17.000 per tabung, total uang yang harus dikeluarkan hanya Rp 51.000,-. Terdapat selisih sebesar Rp 74.450-, "Keuntungan lumayan besar yang bisa diraih nelayan, " jelasnya.

Sekda Kota Pasuruan, Bahrul Ulum dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan ini dan bersyukur 80 nelayan Kota Pasuruan mendapatkan bantuan dari Kementrian ESDM walaupun jumlah nelayan Kota Pasuruan sekitar 2000 nelayan.

"Atas nama nelayan saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini. Patut disyukuri karena jumlah nelahan 2000 lebih tapi yang dapat hanya 80 orang. Karena kreterianya hanya nelayan yang menggunakan mesin dibawah 13 daya kuda (PK) yang mendapat prioritas bantuan ini. Saya juga minta pada saudara untuk tidak menjual bantuan ini. Gunakan Sebaik-baiknya untuk meningkatkan pendapatan nelayan," kata Bahrul Ulum.

Untuk meningkatkan penghasilan, pesan Bahrul Ulum, tidak cukup hanya dengan menggunakan konverter kit. Tapi nelayan harus bijak memanfaakan dan menjaga lingkungan laut dengan cara-cara lebih ramah lingkungan. "Pemerintah juga melarang jaring Trowl dan bondet karena merusak biota laut agar anak cucu kita dapat mewarisi kekayaan laut kita, " pesannya.

Sekretaris Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Iskandar mengatakan, Dinas Perikanan Kota Pasuruan, awalnya mengajukan 300 unit bantuan. Namun yang direalisasikan hanya 80 unit.

Iskandar juga menyarankan agar nelayan yang telah mendapatkan bantuan konventer kit untuk membentuk koperasi nelayan. Sebagai wadah komunikasi nelayan juga sebagai sarana untuk menabung. "Dengan konvensi bahan bakar minyak ke gas, nelayan bisa menghemat pengeluarannya hingga Rp 50 ribu setiap hari. Jika ini ditabung di koperasi nelayan, dalam setahun setiap melayan akan memiliki tabungan sebesar Rp 18 juta, "sarannya.

Wartawanvv : mulyo p.
Redaksi .      : zaelani
from WordPress https://ift.tt/2K2z2V1



This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah