Kamis, 15 November 2018




SIARANPUBLIK.ID,  PASURUAN

Aliansi Pemuda Pasuruan menggelar aksi damai pawai kebangsaan dan doa untuk NKRI serta pengibaran 1000 bendera merah-putih.

Lebih dari 700 peserta pawai berjalan sambil mengibarkan bendera Indonesia, Sang Saka Merah Putih. Start  dari Stadion Untung Surapati menuju Taman Kota Pasuruan, Rabu (15/11/2018) sore.

Mereka berorasi, mengajak masyarakat Pasuruan, khususnya generasi muda untuk peduli terhadap NKRI. "NKRI harga mati, Pancasila Jaya, " teriak salah satu pemuda di atas pick up yang dijadikan podium orasi.

Tujuan pawai kebangsaan ini, kata Dodi Susilo koorsinasi aksi, adalah untuk menetralisir dan juga meredam isu-isu yang marak di masyarakat yang semakin mengkontradiktifkan lambang-lambang ke-Islaman dijadikan politik identitas kelompok tertentu.

"Sehingga kami dari pemuda Pasuruan, bersama-sama menunjukkan inilah bendera kita, Sang Saka Merah Putih. Tidak ada bendera lain yang boleh berkibar di negara ini, " tegasnya.

Dodi menambahkan, aksi ini gerakan awal untuk membangun Pasuruan bersatu. "Kita masih NKRI. Kita masih satu, kita tidak boleh terpecah belah oleh faham radikal. Kita lawan radikalisme dengan pemahaman agama yang subtansif, " yakinnya.

Acara berlangsung singkat.  Sekitar 30 menit. Diakhir acara, pembacaan pernyataan sikap oleh koordinator acara, Doni Susilo.

Ada empat poin pernyataan sikap. Pertama, ikut serta dalam mengukuhkan NKRI. Kedua, menyatakan setia kepada Pancasila. Ketiga, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Keempat, setia pada Sang Saka Merah Putih. Komponen aksi berasal dari gabungan: PMII, GMNI, Matan, BEM se-Pasuruan, PN, IPNU dan IPPNU, serta Komunitas APIMATA.

Wartawan    : mulyo p.
Redaksi.       : zaelani

from WordPress https://ift.tt/2DmMba9

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah