Kamis, 27 Desember 2018

Menu makanan memang selalu menjadi cerita tersendiri bagi para tentara. Cerita itu di antaranya melekat di ingatan tentara pasukan asing yang berlatih tempur bersama pasukan khusus TNI. Nah, setiap kali berlatih bersama para pasukan asing, misalnya US Navy SEAL, pasukan khusus Singapura, pasukan khusus Malaysia, dan lainnya, pasukan khusus TNI selaku bersuka cita.


Bukan hanya ilmu peperangan yang diperoleh. Seperti dilansir dari intisari online, pasukan itu mendapat pengetahuan teknologi tentang senjata baru, teknik perang jarak dekat terbaru, dan lainnya.

Menariknya, mereka juga mendapat menu makanan dan minuman yang lain dari biasanya.

Jika pada latihan yang digelar secara internal, pasukan khusus TNI hanya mendapat jatah ransum seperti makanan standar TNI yang diawetkan dalam kaleng (T-2) atau nasik kotak. Namun, ketika sedang latihan dengan pasukan khusus asing, jatah menu makanannya bisa dikatakan istimewa.


Ketika sarapan atau makan siang dan juga makan malam, pasukan khusus TNI yang sedang berlatih bersama pasukan asing dari AS, ternyata mendapatkan menu standar orang-orang Barat seperti sandwich, hambruger, dan lainnya plus beragam minuman bersoda yang merupakan kegemaran orang-orang Barat.


Makanan dan minuman yang tersedia ketika pasukan khusus TNI sedang menggelar latihan bersama dengan pasukan khusus asing terbilang melimpah, karena militer asing juga membantu dalam soal penyediaan logistik.

Tapi meski makanan dan minuman bagi pasukan khusus TNI dan asing terbilang melimpah, pasukan khusus TNI masih menyediakan makanan ala Indonesia khususnya untuk keperluan survival.

Buah-buahan yang membuat para pasukan khusus AS terheran-heran pun disediakan saat latihan survival seperti salak, buah mengkudu, pepaya dan nangka mentah, sukun, dan lainnya untuk dicoba dimakan.



Ketika pasukan khusus AS sedang mencoba buah salak dan bertanya nama buah itu, umumnya personel pasukan TNI kebingungan karena dalam bahasa Inggris, salak berarti ‘snake fruit’ yang arti harafiahnya adalah ‘buah ular’.

Kulit buah salak memang seperti sisik kulit ular, oleh karena itu buah salak pun dalam bahasa Inggris berarti snake fruit.

Supaya tak membingungkan, para pasukan TNI pun selalu menjawab ‘buah salak’ setiap ditanya oleh pasukan asing yang sedang latihan survival.

Namun, kendati para pasukan asing yang sedang latihan bersama pasukan khusus TNI, selalu terjamin menu mak
Ketika pasukan khusus AS sedang mencoba buah salak dan bertanya nama buah itu, umumnya personel pasukan TNI kebingungan karena dalam bahasa Inggris, salak berarti ‘snake fruit’ yang arti harafiahnya adalah ‘buah ular’.

Kulit buah salak memang seperti sisik kulit ular, oleh karena itu buah salak pun dalam bahasa Inggris berarti snake fruit.

Supaya tak membingungkan, para pasukan TNI pun selalu menjawab ‘buah salak’ setiap ditanya oleh pasukan asing yang sedang latihan survival.

Namun, kendati para pasukan asing yang sedang latihan bersama pasukan khusus TNI, selalu terjamin menu makanan dan minuman ala Baratnya, pasukan khusus TNI juga memberikan menu yang akan selalu dikenang oleh para pasukan asing yang sedang latihan bersama.

Yakni, memotong ular dan meminumkan d4r*h ular itu kepada setiap pasukan asing ketika sedang melaksanakan latihan jungle survival, sebagai pertanda bahwa pasukan Indonesia bisa memakan apa saja saat perang di hutan.

Tidak hanya tergantung kepada makanan kemasan atau kalengan yang menjadi andalan tentara asing (AS) dalam peperangan di hutan belantara.


Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Awal Cerita Menu Darah Ular, Selalu Dikenang Skuad Asing yang Latih Bareng Pasukan Khusus TNI,

http://jambi.tribunnews.com/2018/07/31/awal-cerita-menu-darah-ular-selalu-dikenang-skuad-asing-yang-latih-bareng-pasukan-khusus-tni.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah