Sabtu, 27 Juli 2019



“Apa yang kalian butuhkan?”
“Apa kendala kalian di sini?”

Sepenggal cuplikan dialog kalimat-kalimat Tanya itu meluncur begitu saja dari mulut seorang Pemimpin Kotama TNI AD di pedalaman bumi khatulistiwa Kalimantan. Maka di detik kemudian kami yang mendengar terhenyak, kesadaran untuk segera otak ini bernalar dan menjawab dengan benar dan tepat.

Diawali dengan suara deru mesin bersuara nyaring dari deretan kendaraan kendaraan dinas memecah kesunyian pagi hari di samping kediaman Pangdam XII/Tpr, Pontianak, saat itu Rabu sekitar pukul 04.00 dini hari tanggal 3 April 2019, kondisi masih gelap dan menjelang subuh, sudah siap convoy kendaraan untuk membawa rombongan kami melaksanakan tour de Palangkaraya.

Sejak beliau, Mayjen TNI Herman Asaribab resmi menjabat sebagai Pangdam XII/Tpr yaitu pada tanggal 23 Maret 2019, tidak lama setelah itu tepatnya pada hitungan hari ke 10, Tour de Palangkaraya ini dimulai. Melalui jalur darat menelusuri dan membelah wilayah dari Kalimantan Barat menuju Kalimantan Tengah, untuk melihat situasi dan kondisi satuan kewilayahan kodim-kodim dan koramil-koramil dibawah wilayah kepemimpinan beliau. Beliau ingin tahu dan melihat secara langsung realita kondisi sarana dan prasarana yang ada dilapangan. Meninjau dan mencerna apa yang terjadi dan apa yang harus segera dibenahi sekaligus merasakan aura pedalaman kalimantan yang dilewati oleh beliau (bapak dan ibu) beserta rombongan untuk segera menyatukan hati dan pikiran kami semua di wilayah Kodam XII/Tpr se-Propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Beliau adalah satu satu Pemimpin dari sekian prajurit TNI AD yang bisa dinilai “langka”. Sebenarnya amat mudah bagi beliau untuk meninjau dan mengunjungi situasi dan kondisi wilayah yang beliau Pimpin ini melalui udara dengan menggunakan helikopter tetapi beliau memilih dan memutuskan untuk melewati jalur darat dengan menggunakan modil dinas yang ada. Hal ini dilakukan karena beliau ingin mengetahui langsung jalur-jalur darat yang sudah terkoneksi di wilayah Kodam XII/Tpr, sehingga mengetahui jalur mana yang jadi kendala jika harus mengevakuasi anggotanya ataupun jika terjadi hal-hal yang genting dan memaksa beliau sudah dapat mengambil keputusan dan kebijakan dengan cepat dan tepat. Selain itu beliau sudah dapat mengetahui titik-titik mana yang harus menjadi prioritas perhatian beliau dan segera mengambil langkah dan inisiatif serta kebijakan dan saran kepada pimpinan pusat TNI AD.

Energi positif yang beliau bawa itulah yang menjadi teladan bagi kami yang berada dibawah naungan kepemimpinan beliau. Bahwa tidak ada kata tidak mungkin dan tidak bisa Jika segala sesuatunya dimulai dengan niat yang baik, cinta dan keikhlasan. Energi untuk selalu ingin memberikan solusi bagi permasalahan dan kendala yang ada di lapangan.

Energi untuk membuka isolasi dan menyambungkan komunikasi sosial di wilayah Kodam XII/Tpr ini, energi itulah yang membuat kami semua terpacu dan bersemangat untuk turut serta mewujudkan apa yang beliau ingin realisasikan.

“Langka” memang, seorang pemimpin yang terlahir dengan energi positif yang tinggi. Hingga nyaris maksimal dengan hati yang luas, tangan yang selalu terbuka dan terulur untuk memberi dan menolong. Jiwa dengan empati yang tinggi. Sosok yang patut dijadikan teladan bagi prajurit dan bagi kita semua. Moto Kodam XII/Tpr yaitu Charatana Jita Vina atau Semangat pantang menyerah itu lahir karena rasa empati beliau yang tinggi sehingga menjelma menjadi sosok terdepan yang mengupayakan agar semua yang berada di bawah kendali beliau akan baik-baik semuanya dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Sosok beliau adalah “From Jungle to the Jungle” tetapi hati dan pikirannya adalah ” From Jungle to Universe” terlahir untuk menjangkau semesta.

Terbatasnya Waktu kebersamaan kami dengan beliau selama mengikuti perjalanan Tour de Palangkaraya yang menyerap banyak energi, penat dan sangat melelahkan tersebut yang berlangsung selama 5 hari bagi kami rombongan Ibu ibu dan 10 hari bagi rombongan Bapak bapaknya namun sudah cukup bagi saya pribadi untuk merubah rasa capek yang luar biasa itu menjadi rasa bangga dan salut untuk dapat mengetahui bagaimana sosok beliau, yakni :

1. Seorang pemimpin sebaiknya mengecek secara langsung situasi dan kondisi di lapangan.

2. Mempunyai Disiplin mulai dari kebersihan dan kerapihan diri.

3. Responsif terhadap permasalahan dan segera bertindak berikan solusi.

4. Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan selama bisa dikomunikasikan dengan baik.

5. Tidak ada yang tidak bisa dirubah untuk suatu tujuan yang lebih baik, yang tidak bisa dirubah hanya kitab suci, ini tutur beliau pada setiap kesempatan yang ada.

6. Komunikasi yang efektif kunci keberhasilan dalam membangun karakter anggota.

Dan terakhir dari tulisan ini bahwa beliau adalah sosok seorang pemimpin yang mengulurkan tangan untuk mengentaskan orang-orang yang dipimpinnya dari permasalahannya menuju masa depan yang lebih baik. Hal ini dapat dibaca dari kalimat-kalimat tanya yang beliau utarakan sebagaimana yang sudah penulis uraikan di atas pada awal tulisan ini.

Demikian sekilas cerita dari saya, tidak ada gading yang tidak retak akan tetapi jika gading tersebut berada pada tangan yang tepat dapat diukir dan akan bernilai tinggi Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Ini hanya sekedar tulisan Hati Seorang Istri prajurit, tidak ada insan yang sempurna, begitu juga dengan tulisan ini tetapi semua yang dari hati dan pikiran yang jernih dan asa yang tulus insya Allah akan memberikan nuansa yang baik dan positif bagi yang membaca.

Terima kasih Tuhan, engkau telah memberikan kami pemimpin baru, Panglima Kodam XII/Tpr sosok yang baik dan mumpuni, sosok panutan yang dirindukan. Semoga amanah ini dapat beliau bawa dan laksanakan dengan baik lancar dan selamat ya Tuhan. Dan Semoga semua yang beliau lakukan dan upayakan selalu dalam petunjuk dan lindungan-MU. Limpahkan berkah mu ya Tuhan untuk Bapak Mayjen TNI Herman Asaribab dan Ibu Mudi Asaribab beserta seluruh keluarga besar beliau. Amin.

Pontianak, April 2019

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah