Sabtu, 27 Juli 2019



Riau, www.siaranpublik.id - Danguskamla Koarmada I mengawali press release menyampaikan bahwa penangkapan TB. Tirta Jaya VIII/TK. Bahtera Bahagia karena adanya laporan dari masyarakat tentang adanya tindakan penambangan pasir di pulau Citlim yang diduga ilegal (25 Juli 2019)

Menindaklanjuti laporan tersebut Danguskamla Koarmada I memerintahkan KRI SUR-645 untuk melaksanakan investigasi di Pulau Citlim dan sekitarnya yang ternyata ditemukan bukti kuat adanya aktivitas eksplorasi yg berpotensi merusak lingkungan bahkan menenggelamkan pulau.

Dari hasil pantauan KRI SUR-645 di Pulau Citlim dan sekitarnya diperoleh laporan bahwa masih ada kegiatan penambangan pasir di pulau tersebut. Selanjutnya pada
hari Senin tanggal 22 Juli 2019 Danguskamla Koarmada I memerintahkan kembali KRI TRN-860 untuk melaksanakan patroli di perairan Citlim sekitarnya dan menemukan TB. Tirta Jaya VIII / TK. Bahtera Bahagia kemudian melaksanakan
pemeriksaan terhadap kapal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal kapal tersebut ditemukan pelanggaran hukum yakni tidak memiliki ijin jeti/ijin tersus atau melanggar pasal 297 jo pasal 98 (1), jo pasal 339 ayat 1 & 2 UU No 17 th 2008 tentang pelayaran.

Pelanggaran. lainnya adalah melanggar pasal 98 ayat 1 uu no 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup. Kegiatan penambangan pasir di pulau Citlim diduga illegal karena adanya surat penghentian sementara kegiatan operasi produksi kepada 20 perusahaan tambang dari Dinas ESDM Pemprov Kepri Nomor : 540/221/PM/ESDM/VI/2019 tgl 17
Juni 2019 namun di lapangan kegiatan eksplorasi oleh PT. ATM masih berlangsung.

Penangkapan Praktek penambangan pasir yang diduga secara illegal di pulau Citlim oleh KRI TRN-860 akan ditindak lanjuti oleh penyidik Lanal Batam.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah