Rabu, 24 Juli 2019




Pasuruan, Jatim, www.siaranpublik.id - Seperti apa tata krama olah jiwa. Pertama, kita ini hidup dan punya hidup. Jiwa ini yang bertanggung jawab terhadap kehidupan nafsu dan raga. Kalau nafsu yang salah yang di hukum raganya dan yang merasakan bersalah adalah jiwanya. Mari kita masuk pada jiwa kita sendiri. Berjanji, mengapdi pada jiwa kita, berbaktilah pada diri kita sendiri.

Bagaimana kita ini bisa merasakan ayem, tentram, senang dan susah. Semuanya ya seperti ini. Jiwa pada awalnya sifatnya suci. Jika kita berbuat salah melakukan hal yang buruk adalah perbuatan nafsu. Yang penting adalah kendalinya, nafsu tidak bisa di buang karena nafsu adalah pondasi orang.hidup. Pikiran bersembunyi di dalam otak. Jika sesuatu yang hidup dari pikiran, akan sulit mengendalikan nafsu, Jika sesuatu yang datangnya dari jiwa, pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik. Semua ini sangat sulit untuk di lakukan.

Kuncinya cuma pengendalian, kesabaran, keikhlasan dan kesungguhan melakukan sesuatu. Semua itu butuh latihan. Kalau tidak memiliki pengetahuan kejiwaan, orang akan mudah frustasi, sakit jiwanya dan akhirnya sakit raganya.

Itulah rangkaian wejangan yang disampaikan oleh pinih sepuh Romo Bambang Wiyono, dalam acara Peserta Kegiatan Fasilitasi Tim Pakem (Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat). Dengan tema, Penguatan Kapasitas Penghayatan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Oleh Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Pasuruan Bidang Ketahanan Bangsa Dan Kemasyarakatan, di rumah makan gedung Wolu Kota Pasuruan, Rabu (24/07/19).

Dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pasuruan, Drs. Bahrul Ulum. Dalam pidato pembukaannya, Dia menyampaikan tindakan nyata pemerintah yang sudah dilakukan dalam pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan (Pakem) adalah, melalui pendekatan agama dan kepercayaan, melalui jalur agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk, pertama, membangun silaturahmi atau anjang sana kepada tokoh agama, tokoh adat, tokoh Aliran Kepercayaan, tokoh ras, tokoh suku dan lainnya.

Kedua, fasilitasi untuk pemahaman mengenai penguatan kapasitas bagi penghayatan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan aliran agama masyarakat di Kota Pasuruan.

Harapan pemerintah dalam fasilitasi Pakem adalah, mencerdaskan masyarakat untuk menghindari atau pencegahan terhadap doktrin seseorang atau kelompok tertentu untuk mengikuti ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kegiatan Pakem dilaksanakan dalam rangka menciptakan ketertiban dan ketentraman umum, guna mencegah terjadinya konflik antar internal penghayat kepercayaan. Juga upaya mencegah terjadinya penistaan agama terhadap salah satu agama, guna menjaga stabilitas keamanan masyarakat.

Leading sektor Pakem adalah Kejaksaan bekerja sama dengan Polri, Pemerintah, dan kantor agama dalam rangka menyelenggarakan keamanan dan ketertiban umum.

"Negara menjamin kebebasan warga negaranya dalam memeluk agama dan kepercayaannya, sebagaiman yang tercantum dalam pasal 29 ayat (2 ) UUD 1945, " tegas Bahrul Ulum, di akhir pidatonya.

Dalam kesempatan ini juga disosialisasikan mengenai keputusan MK tahun 2017 yang membolehkan mengisi aliran kepercayaan di kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Acara ini dihadiri tim Pakem dari Kejaksaan negeri Kota Pasuruan, Kantor Agama Kota Pasuruan, Dibentuk Capil Kota Pasuruan, tokoh masyarakat di 34 kelurahan, dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota pasuruan, dan tokoh penghayatan kepercayaan beserta penganutnya.

wartawan : mulyo prabowo
editor.      : zaelani
Sumber    : siaranpublik.com

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah