Rabu, 31 Juli 2019



Pasuruan, Jatim, www.siaranpublik.id  -  Tidak hanya menjengkelkan, tapi juga menjijikkan. Tambang sirtu (pasir dan batu)  hingga kini masih menjadi momok bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.  Sejauh ini tidak sedikit aksi massa dilakukan karena dilatar belakangi perkara tambang sirtu. Baik jalan rusak maupun lingkungan yang rusak karena dampak tambang.

Rabu (31/7/2019) pagi,  untuk kesekian kalinya warga Desa Semut, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan,  bersama aktivis menutup jalan desa karena dump truk tambang.  Dump truk pengangkut sirtu dari 7 tambang di kawasan Kecamatan Purwodadi dan sekitarnya dihadang warga.

Aksi ini dilakukan di jalan raya Desa Semut, Kecamatan Purwodadi. Warga marah  karena jalan makin rusak dilintasi ratusan dump truk tambang.
Janji perbaikan yang pernah disampaikan para penambang pada saat aksi sebelumnya, hanya bualan saja. Massa tetap bersikukuh menutup jalan jika tuntutannya untuk perbaikan tetap tidak direalisasi.

Pagi tadi, massa dan para aktivis yang tergabung dalam ‘Aliansi Peduli Jalan’ menghentikan dump truk bermuatan pasir. Satu persatu truk muatan sirtu diturunkan ke jalan untuk menutup badan jalan yang berlubang-lubang karena aspalnya terkelupas. Memang, selama ini tidak pernah ada tindakan tegas dari aparat Pol.PP maupun Polres Pasuruan meski penambangan itu nyata-nyata melanggar hukum.


M. Yusuf, korlap aksi, mengatakan, rusaknya jalan ini telah memutus jalur antara Desa Welang, Semut hingga Martopuro. Warga benar-benar dibuat repot. Apalagi jika malam hari. Jalan sudah rusak dan susah dilalui, kondisi gelap gulita. “Kami tidak bisa bayangkan bagaimana jika musim hujan nanti. Kami yakin jalannya tidak akan bisa dilewati. Dump truk tambang ini jadi momok masyarakat, ” tegas Yusuf.

Yang kurang ajar, sahut aktivis lainnya, dengan kondisi ini seakan-akan para penambang tutup mata dan telinga. Mereka tak mau perduli sama sekali.  Sedang para sopir dump truk juga seenaknya sendiri.

Ada 7 tambang sirtu yang dump truknya lalu lalang di sepanjang jalan ini. Ke 7 tambang itu berada di Kecamatan Kejayan dan Kecamatan Purwodadi. Rata-rata tonase dump truk antara 8 – 10 – 24 ton.

“Yang menjadi pertanyaan, kenapa Pol PP dan kepolisian seakan diam saja dan sengaja tutup mata.  Ada apa ini.  Kalau mau jujur, di dunia mafia tambang sirtu banyak masalah ditimbulkan.  Ada solar selundupan, tambang illegal, dump truk tanpa kier,  jalan rusak, dan masih banyak lagi. Terus terang, tambang itu menjijikkan, sekelas bupati aja dibikin bungkam dan tidak bisa berbuat apa-apa” papar Rachmad Cahyono atau akrab disapa Yono, Ketua LSM Laskar Merah Putih  yang ikut demo tadi. (zaelani)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah