Kamis, 01 Agustus 2019



Menado, Sulut,  www.siaranpublik.id -  - Merebaknya ancaman intoleransi dan radikalisme yang terjadi belakangan ini mendapat perhatian serius dari Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reindard Golose. Agar hal tersebut tidak berkembang dilapisan masyarakat khususnya generasi muda, Kapolda melakukan upaya preventif dan preemtif dengan cara meningkatkan pemahaman terhadap falsafah bangsa Indonesia.

Dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan serta mengantisipasi ancaman intoleransi, radikalisme dan terorisme dikalangan mahasiswa, Irjen Pol. Dr. Petrus Reindard Golose memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara, Rabu (31/07/2019). Sebanyak 5000 mahasiswa baru dari seluruh fakultas yang masih melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2M) dikumpulkan di Gedung Auditorium Unsrat.

Dalam kuliah umum tersebut, Kapolda mengajak para mahasiswa untuk menghadapi persoalan radikalisme, hoax dan firehose of falsehood dengan mempertinggi rasa nasionalisme. Para generasi muda penerus bangsa khususnya kalangan mahasiswa harus diberikan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme demi keutuhan dan tegaknya NKRI.

"Kuliah umum ini bertujuan untuk bersama-sama menguatkan cinta kebangsaan untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi harus diingat 4 konsensus dasar bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI," kata Kapolda Bali.

Selanjutnya jenderal bintang dua di pundak ini menjelaskan tentang situasi nasional yang sedang dihadapi Indonesia. Mulai dari ujaran kebencian, firehose of falsehood di media sosial, intoleransi umat beragama, perkembangan radikalisme hingga terorisme.

Menurut Kapolda, radikalisme merupakan bahan dasar terorisme. Untuk itu mahasiswa harus melakukan langkah-langkah kontra radikalisme sehingga paham radikalisme dan terorisme bisa dieliminasi.

"Ujaran kebencian, hoax dan firehose of falsehood akan menuntun kita kepada perpecahan apabila tidak disikapi dengan benar, sebab firehose of falsehood dapat memberikan informasi yang akan membawa kita pada perpecahan bangsa sehingga kita akan saling membenci," kata jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini.

"Mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh propaganda firehose of falsehood," sambung Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose..    (Humas)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah