Kamis, 15 Agustus 2019



Denpasar, Bali - Acara simbolis penegakan hukum tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya antar negara (indonesia-belanda) yang dilaksanakan di Polda Bali, dihadiri oleh Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK R.I., Duta Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, Kasatgas SDA LN Kejagung R.I., Direktur PHP KLHK R.I., Direktur Otoritas Pusat Hukum International Kemenkumham R.I., Wadir Krimsus Polda Bali. Rabu (14/8/2019).

Kombes Pol. Drs. Adi Karya Tobing, S.H., M.H. dari Direktorat Tipidter Bareskrim Polri dalam membuka kegiatan tersebut menyampaikan berdasarkan adanya informasi yang diperoleh dari atase Kepolisian Kedubes Kerajaan Belanda di Jakarta. bahwa pada kurun waktu bulan Agustus dan Oktober 2016.

Kejaksaan dan Kepolisian Belanda ketika melakukan pemeriksaan terhadap gudang milik perusahaan Timmers Gems BV dan Timmers Gems Group BV yang berkedudukan di Berghem Belanda, telah ditemukan barang kerajinan tangan (Souvenir) yang terbuat dari bagian tubuh/kulit satwa dilindungi.

Diantaranya tengkorak kepala babirusa, tengkorak buaya, gelang akar bahar, tengkorak kepala penyu yang semuanya berasal dari Indonesia tanpa dilengkapi dengan dokumen cites belanda maupun cites Indonesia.

Atas permintaan Belanda, Penyidik Subdit 1 Direktorat Tipidter Bareskrim Polri melaksanakan penyidikan terhadap perkara tersebut, setelah melalui serangkaian penyidikan lebih lanjut telah dikirimkan berkas perkara atas nama tersangka ERC Roer ke Kejaksaan.

Dengan dukungan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK R.I., Divhubinter Polri yang bekerjasama dengan Direktur Otoritas Pusat Hukum International Kemenkumham R.I guna penerbitan mutual legal assistance antar Republik Indonesia – Kerajaan Belanda berhasil mengungkap kejahatan perdagangan satwa liar berupa bagian-bagian tubuh satwa dilindungi dalam bentuk souvenir dari Bali ke Belanda, yang dilakukan oleh seorang warga negara Belanda yang berdomisili di Bali.

Pada kesempatan itu dirinya juga meminta agar kerjasama antar negara seperti ini tidak berakhir sampai disini. “Diharapkan kerjasama ini terus berlanjut sehingga hubungan antar negara tetap terjaga dan berjalan lancar untuk mencapai kesuksesan di masa yang akan datang,” tutupnya.

Pelaksanaan Acara simbolis penegakan hukum tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya antar negara (indonesia-belanda) juga diisi dengan penyerahan secara simbolis barang bukti dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum.   (Humas)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah