Rabu, 30 Oktober 2019

author photo



Trenggalek, www.siaranpublik.id - Ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad, menerima keluhan para penyandang Tuna Daksa saat memberikan motivasi kepada mereka di di LBK Lokakarya Dinas Sosial PPPA Trenggalek Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Rabu (30/10/2019).

Para penyandang gangguan gerak ini mengeluhkan tempat pemasaran. Mereka sangat senang dengan pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek, namun mereka selama ini mengeluhkan tempat untuk mendisplay dan memasarkan hasil karya mereka.

Mendapatkan keluhan ini wanita berparas cantik ini segera merespon keluhan tersebut dengan berusaha memasarkan produk mereka melalui Galeri Gemilang ataupun outlet di Sarinah Plaza.

"Kami mencoba memberdayakan mereka supaya mereka bisa lebih berdaya secara diri sendiri maupun secara ekonomi," ungkap Ibu tiga anak ini kepada awak media.

"Mereka tadi beraudiensi dengan saya dan terus terang mereka sangat bahagia dengan adanya pelatihan seperti ini. Namun sayang sekali mereka bingung bagaimana memulai cara memasarkan produk mereka yang sudah dibuat ini, agar bisa menghasilkan uang," lanjutnya.

"Tadi solusi dari Pemkab dan saya sebagai Ketua Dekranasda membuka peluang untuk produk-produk kelompok difabel tersebut dipasarkan melalui Galeri Gemilang, lalu juga dipasarkan melalui outlet yang ada di Sarinah, Jakarta."

Saya melihat tadi ada beberapa produk yang bisa dan layak masuk ke sana, namun perlu kita berikan sentuhan sedikit, terangnya

Menurut saya, kalau kita sudah bisa branding dan mengemas dengan baik, barang yang dihasilkan para penyandang Disabilitas ini bisa dijual lebih mahal. Saya harap peluang ini bisa diserap oleh kelompok rentan ini,  sehingga barang yang dibuat bisa naik nilai jualnya.

Kedepannya saya juga akan mencoba mendiskusikan hal ini dengan Pak Bupati dan tadi sudah saya sampaikan juga kepada Pak Asisten I, bawasannya ada permintaan dari Kelompok Disabilitas, untuk diberikan tempat khusus  di Prigi, agar produk-produk yang dihasilkan bisa dipasarkan di Trenggalek.

Menurut saya ini masukan yang bagus juga, mengingat Prigi merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi. Dengan begitu produk mereka bisa di pasarkan, tandasnya.

Dinas Sosial PPPA dalam kegiatan ini telah melakukan pelatihan kepada 20 penyandang Tuna Daksa, selama 10 hari. Diharapkan dengan diadakannya pelatihan ini, bisa mengasah lagi kemampuan pada difabel ini, untuk bisa keluar dari keterbatasan mereka.

Dan pada hari Rabu tersebut  Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Trenggalek, Sugeng Widodo menutup kegiatan ini.

Sugeng berharap hasil  pelatihan ini bisa menjadi bekal bagi penyandang disabilitas di Trenggalek bisa lebih berdaya. (Humas)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah