Jumat, 25 Oktober 2019




Denpasar, Bali, www.siaranpublik.id - Tim Kajian Staf Ahli Panglima TNI Bidang Sosbudkum HAM dan Narkoba terdiri dari Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, S.I.P., Brigjen TNI I Ketut Duara, S.E, M.Tr (Han) dan Kolonel Lek Agus M. Beron melaksanakan kunjungan kerja ke Polda Bali, Kamis (24/10/2019).

Kedatangan Tim Sahli Panglima TNI ini memiliki nilai yang sangat strategis dalam rangka pengumpulan data untuk pembuatan kajian tentang penerapan HAM oleh prajurit TNI dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di era globalisasi guna mendukung tugas pokok TNI. Selain ke Polda Bali, mereka juga akan mencari data ke Kodam IX/Udayana, Lanal Denpasar dan Lanud I Gusti Ngurah Rai.

Wakapolda Bali, Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha mengatakan, perkembangan situasi dewasa ini terutama saat Pilpres 2019, TNI-Polri sempat diadu domba oleh sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab. Mereka ingin membenturkan TNI dan Polri dengan menyebar kontens propaganda di media sosial. Hal itu tidak berhasil karena aparat TNI-Polri selalu solid dan bersinergi menjaga keamanan dalam negeri.

Dijelaskannya, Bali sebagai destinasi wisata terbaik dunia sangat ramai dikunjungi wisatawan dan sering dijadikan tempat penyelenggaraan event bertaraf nasional dan internasional. Event tersebut biasanya dihadiri tamu VIP dan VVIP mulai dari setingkat menteri, perdana menteri, presiden dan raja sehingga pengamanannya dilakukan oleh aparat TNI-Polri.

Pengamanan IMF-World Bank Annual Meeting-2018 yang dilakukan oleh TNI-Polri mendapat apresiasi dari berbagai pihak, seperti Presiden RI, Menkeu dan Menko Kemaritiman. Apresiasi dan ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Presiden IMF kepada TNI-Polri karena pengamanan berjalan sukses dan tidak ada yang komplin para delegasi.

“Sinergitas TNI-Polri saat pengamanan IMF dilakukan dengan membentuk Posko Pengamanan Terpadu di kawasan Nusa Dua. Aparat keamanan bergandengan tangan dan tidak melihat warna baju demi menjaga harga diri Bangsa Indonesia,” kata Wakapolda Bali didampingi Karo Ops, Dir Samapta, Dir Pamobvit, Dir Reskrimum dan Kabidkum di Ruang Command Center Polda Bali.

Selain itu, Kapolda juga sering mengumpulkan TNI-Polri untuk diberikan wawasan kebangsaan, pembinaan dan sosialisasi hukum. Wakapolda dengan tegas menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada indikasi pelanggaran HAM atau konflik sosial yang sumber permasalahannya dari aparat TNI-Polri.

“Di Bali sangat kecil adanya pengaduan masyarakat terkait TNI-Polri. Dulu banyak dipajang baliho Ormas yang isinya tidak jelas. Yang ada sekarang adalah banyak baliho berisi foto Kapolda dan Pangdam yang merupakan simbol penegak hukum,” imbuhnya.

Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, S.I.P. mengakui kebersamaan TNI-Polri di Bali masih bagus dan tidak pernah ada gesekan. Dalam pengamanan tamu VIP dan VVIP agar dilakukan kerjasama intelijen untuk berbagi informasi.

“Untuk itu perlu dilakukan pengkajian yang nantinya bisa dibuat semacam regulasi untuk memberikan treatment bagi anggota TNI-Polri,” ujarnya.  (Humas)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah