Jumat, 25 Oktober 2019

author photo


Ngawi - Mr. Serge Salgado adalah salah satu sosok yang tidak
asing dikalangan Artileri Medan TNI AD. Pasalnya, pria kelahiran
Bourgoin-Jallieu, Perancis tersebut merupakan salah satu perwakilan PT
Nexter-Perancis di Indonesia yang bekerjasama dengan TNI AD,  sebagai
pendukung teknis, transfer of technology (TOT) salah satu senjata
tercanggih yang dimiliki TNI AD saat ini, yaitu  Meriam 155 mm Caesar.

             Di temui di sela-sela kegiatan technical assistancenya di
Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad, Mr. Serge pun berbagi cerita tentang
perjalanan serta perjuangan kariernya sampai ditugaskan oleh pihak
Nexter di Indonesia, Jumat 25 Oktober 2019.

             Awal perjuangan kariernya, ungkap Serge Salgado dimulai pada
tahun 2001, saat mulai bekerja di sebuah perusahaan yg membidangi
perlombaan sepeda Tour De France. Pekerjaan tersebut digelutinya kurang
lebih  selama 7 tahun.

             “Pada tahun 2008 dirinya memutuskan untuk bekerja di salah
satu perusahaan yang bernama Nexter Roanne dan bertugas di bagian
produksi statis dan dinamis kendaraan panser VBCI (8x8 Panser
Infanteri),” bebernya.

             Perjuangan pria kelahiran tahun 1982 inipun berlanjut.  Dari
tahun 2012 s.d. 2013, Mr. Serge pindah ke bagian utara Perancis,
tepatnya di perusahaan baru Nexter yang di bangun dekat dengan Angkatan
Darat Perancis, agar memudahkan dukungan pada produk ini.

             Sebelum ke Indonesia, Serge yang merupakan  tamatan Sarjana
Mekanik umum ini, pernah ditugaskan ke Arab Saudi untuk melaksanakan TOT
tentang Caesar diawal 2014 sampai dengan Maret 2015. “Selanjutnya,
sampai dengan tahun 2016, Mr. Serge menjadi Manajer Tehnik di sebuah
Batalyon di Arab Saudi,” jelasnya.

             Setelah masa tugasnya berakhir di Arab Saudi, barulah
dirinya diberikan kepercayaan oleh pihak Nexter sebagai pendukung
teknis, TOT Meriam 155 mm Caesar dan bekerjasama dengan TNI AD di
Indonesia, terang pria yang telah dikaruniai dua orang putra ini.

               “Je suis très heureux de travailler en Indonésie" (
red Saya sangat senang bekerja  di Indonesia), ujar Serge. Menurut
Serge, sambutan hangat masyarakatnya yang ramah dan  selalu tersenyum
membuat atmosfer bekerja di Indonesia menjadi suatu ketenangan batin
tersendiri. Bila saya di ijinkan tinggal disini lebih lama, saya akan
senang menjalaninya,” ujar Serge sambil tertawa melepas candaannya.

             Lebih lanjut, Mr. Serge Salgado mengatakan, satu faktor
kesuksesan dalam hidup adalah kerja keras. “No Pain, No Gain (
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian ),   If you really want
some thing, you have to work hard for it ( Jika anda menginginkan
sesuatu, anda harus bekerja keras untuk ),” imbuh pria pecinta Soto
Ayam Semeru tersebut.

             Sementara itu, Danyonarmed 12/Divif 2 Kostrad, Letkol Arm
Ronald, F. Siwabessy menyampaikan, totalitas Serge dalam pekerjaannya
hendaknya dapat menjadi contoh motivasi serta inspirasi bagi prajurit
Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad.

             “Prajurit harus memiliki loyalitas, dedikasi serta kemauan
untuk terus belajar, berlatih serta meningkatkan kemampuan dan
keterampilannya sesuai dengan job description, imbuh Pamen TNI AD
kelahiran kota Ambon ini,”

             Ronald menambahkan bahwa kehadiran Mr.Serge Salgado
benar-benar dimanfaatkan tidak hanya sebagai technical asistance namun
juga pengajar tentang bagaimana mengoperasionalkan Meriam 155 Caesar
secara optimal. “Kami berusaha mengoptimalkan kehadiran PT.Nexter dan
Tim untuk juga memberikan pelajaran pada Latihan Dalam Satuan (LDS) yang
kami selenggarakan,” pungkas Ronald.

             Senada, Danmenarmed 1/Divif 2 Kostrad menambahkan,
kesempatan yang sangat berharga bekerjasama dengan supervisi Caesar dari
pabrikan asal Nexter  Perancis tersebut.

             “Jadikan hal tersebut sebagai wahana dalam menambah
wawasan serta menimba ilmu tentang Meriam 155 mm Caesar
sebanyak-banyaknya  guna mewujudkan prajurit Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad
yang tidak hanya profesional dalam mengoperasionalkan, namun juga dalam
pemeliharaan serta perawatan Meriam 155 mm Caesar,” pinta Kolonel
Didik.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Barat

Bali

Jawa Tengah